Jumat, 14 Juni 2013

Perbandingan Metodologi Terstruktur dengan Metodologi Berorientasi Objek

Perbandingan Metodologi Terstruktur dengan Metodologi Berorientasi Objek

Metodologi yang umumnya digunakan dalam pembangunan sistem berbasis komputer dalam dunia bisnis dan industri saat ini adalah metode analisis dan design terstruktur (Structured Analisys and Design / SSAD). Metode ini diperkenalkan pada tahun 1970, yang merupakan hasil turunan dari pemrograman terstruktur. Metode pengembangan dengan metode terstruktur ini terus diperbaiki sampai akhirnya dapat digunakan dalam dunia nyata.
Disamping itu, akhir-akhir ini bahasa pemrograman object-oriented (OO) mliai poplier dan banyak digunakan pada organisasi bisnis maupun institusi pendidikan. Seiring dengan trend sebuah metodologi dibangun untuk membantu programmer dalam mengunakan bahasa pemrograman berorientasi obyek. Metodologi ini dikenal dengan object-oriented analysis and design (OOAD).
Metode OOAD melakukan pendekatan terhadap masalah dari perspektif obyek, tidak pada perspektif fungsional seperti pada pemrograman tersrtuktur. Akhir-akhir ini penggunakan OOAD meningkat dibandingkan dengan pengunaan metode pengembangan software dengan metode tradisional. Sebagai metode baru dan sophisticated bahasa pemrograman berorientasi obyek diciptakan, hal tersebut untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan pendekatan berorientasi obyek pada aplikasi bisnis. 
 
v  Konsep Dasar Pendekatan Berorientasi Objek

Pendekatan berorientasi objek merupakan suatu teknik atau cara pendekatandalam melihat permasalahan dan sistem (sistem perangkat lunak. System informasi, atau sistem lainnva). Pendekatan berorientasi objek akan memandang sistem yang akan dikembangkan sebagai suatu kumpulan objek yang berkorespondensi dengan objek-objek dunia nvata. Ada banvak cara
untuk mengabstraksikan dan memodelkan objek-objek tersebut, mulai dan abstraksi objek, kelas, hubungan antar kelas sampai abstraksi sistem. Saat mengabstraksikan dan memodelkan objek mi, data dan proses-proses yang dipunyai oleh objek akan dienkapsulasi (dibungkus) menjadi satu kesatuan.

Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep pendekatan berorientasi objek dapat diterapkan pada tahap analisis, perancangan, pemrograman, dan pengujianperangkat lunak. Ada berbagai teknik yang dapat digunakan pada masing-masing tahap tersebut, dengan aturan dan alat bantu pemodelan tertentu.Sistem berorientasi objek merupakan sebuah sistem yang dibangun denganberdasarkan metode berorientasi objek adalah sebuah sistem yangkomponennva dibungkus (dienkapsulasi) menjadi kelompok data dan fungsi.Setiap komponen dalam sistem tersebut dapat mewarisi atribut dan sifat dankomponen lainnya. dan dapat berinteraksi satu sama lain.

o   Metodologi Berorientasi Objek

Metodologi berorientasi objek adalah suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi yang diberlakukan terhadapnva. Metodologiberorientasi objek merupakan suatu cara bagaimana sistem perangkat lunak dibangun melalui pendekatan objek secara sistematis. Metode berorientasiobjek didasarkan pada penerapan prinsip-prinsip pengelolaan kompleksitas.Metode berorientasi objek meliputi rangkaian aktivitas analisis berorientasi
objek. perancangan berorientasi objek, pemrograman berorientasi objek. danpengujian berorientasi objek.
Pada saat ini, metode berorientasi objek banyak dipilih karena metodologi lama banyak menimbulkan masalah seperti adanya kesulitan pada saatmentransformasi hasil dari satu tahap pengembangan ke tahap berikutnya, misalnya pada metode pendekatan terstruktur, jenis aplikasi yang dikembangkan saat ini berbeda dengan masa lalu. Aplikasi yang dikembangkan pada saat ini sangat beragam (aplikasi bisnis., dan sebagainva)dengan platform yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan tuntutankebutuhan metodologi pengembangan yang dapat mengakomodasi ke semua  jenis aplikasi tersebut.


Keuntungan menggunakan metodologi berorientasi objek adalah sebagaiberikut:meningkatkan produktivitaskarena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu masalah masih dapat dipakai ulang untuk masalah lainnva yang melibatkan objek  tersebut (reusable)kecepatan pengembangan karena sistem yang dibangun dengan baik dan benar pada saat analisisdan perancangan akan menyebabkan berkurangnva kesalahan pada saat pengkodeankemudahan pemeliharaankarena dengan model objek, pola-pola yang cenderung tetap danstabil dapat dipisahkan dan pola-pola yang mungkin sering berubah-ubahadanya konsistensi karena sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada saat analisis, perancangan maupun pengkodean.meningkatkan kualitas perangkat lunak  karena  pendekatan pengembangan lebih dekat dengan dunia nyatadan adanya konsistensi pada saat pengembangannva, perangkat lunak yang dihasilkan akan mampu memenuhi kebutuhan pemakai serta mempunyai sedikit kesalahan
Bahasa pemrograman yang mendukung  antara lain:
1. Visual Foxpro
2. Java
3. C++
4. Pascal (bahasa pemrograman)
5. Visual Basic.NET
6. SIMULA
7. Smalltalk
8. Ruby
9. Python
10. PHP
11. C#
12. Delphi
13. Eiffel
14. Perl



o   Sekilas Pendekatan terstruktur

Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formal untuk memecahkanmasalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadisatu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah.Dalam hubungannya dengan pengembangan sistem informasi dan software aplikasi sistem informasi, pemrograman terstruktur adalah proses yangberorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten.

Desain terstruktur merupakan salah satu proses yang berorientasi teknik yang digunakan untuk memilah-milahprogram besar ke dalam hirarki modul-modul yang menghasilkan programkomputer yang lebih kecil agar mudah untuk diimplementasikan dandipelihara (diubah). Analisis Terstruktur Modern merupakan teknik yangberorientasi kepada proses yang paling populer dan banyak digunakan dewasaini. Pemodelan data merupakan suatu teknik yang berorientasi kepada datadengan menunjukkan sistem hanya datanya saja terlepas dari bagaimana data tersebut akan diproses atau digunakan untuk menghasilkan informasi.

Rekayasa Informasi merupakan perpaduan dari pemodelan data dan proses, juga memberikan penekanan baru terhadap pentingnya perencanaan sisteminformasi

Ciri-ciri utama teknik terstruktur adalah sebagai berikut:merancang berdasar modulmodularisasi adalah proses yang membagi suatu sistem menjadibeberapa modul yang dapat beroperasi secara independenbekerja dengan pendekatan top-down dimulai dari level atas (secara global) kemudian diuraikan sampai ke tingkat modul (rinci)dilakukan secara iterasidengan iterasi akan didapat hasil yang lebih baik, terlalu banyak iterasi juga akan menurunkan hasilnya dan menunjukkan bahwa tahap sebelumnya tidak dilakukan dengan baik kegiatan dilakukan secara paralelpengembangan subsistem-subsistem dapat dilakukan secara paralel,sehingga akan memperpendek waktu pengembangan system secara teknis


o   Perbandingan Pendekatan OO dan Terstruktur

Perbedaan yang paling dasar dari pendekatan terstruktur dan pendekatan OO( Object Oriented ) atau berorientasi objek adalah pada metode berorientasifungsi atau aliran data ( Data Flow Diagram(DFD)) (pendekatan terstruktur),dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara hirarki, mulai dari konteks sampai proses-proses yang paling kecil, sementara pada metode berorientasi objek. dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan objek-objek yang ada dalam sistem.

Dari perbandingan tersebut, didapatkan bahwa dua metodologi tersebut hanya memenuhi sebagian dari siklus hidup pengembangan sistem. Namun, pada dasarnya kedua metodologi tersebut bisa digunakan untuk melakukan analisa dan perancangan sebuah sistem

Berikut adalah Kelebihan dan Kekurangan Kedua Metode Tersebut
 
  o   METODE TERSTRUKTUR
  
Kelebihan
·         Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
·         SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
·         Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
·         SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
·         SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
·         SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
·         SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.
Kekurangan
·         SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
·         Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
·         Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
·         Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
·         Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sliit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
·         Pada SAAD sliit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
·         SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
·         SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar