Perbedaan Client dan Server
User disini adalah end user yang
mengakses client untuk mendapatkan sebuah layanan. End user bisa saja
seorang manager perusahaan, professional, karyawan di sebuah perusahaan,
atau pelanggan. Ada timbul sedikit kerancuan. Pelanggan dalam sebuah
bisnis atau perdagangan disebut dengan client , tapi client ini adalah
manusia, jangan dibingungkan dengan istilah client pada pemrosesan
komputer. Dapat kita katakan sebuah user atau end user adalah ketika
melakukan proses akhir menggunakan sistem client server.
Client
Client dapat berupa sebuah pemproses
yang powerful atau dapat juga berupa terminal tua dengan kemampuan
proses yang terbatas. Secara mendasar client adalah sebuah PC dengan
sistem operasinya sendiri. Sebagian besar pemrosesan banyak dilakukan di
sebuah server dimana bagian-bagian dalam lingkup pekerjaannya
ditentukan oleh program komputer, inilah yang menyebabkan sistem client
server berbeda dengan sistem transaksi tradisional. Sistem client server
memungkinkan sebuah teknologi dan applikasinya digunakan bersamaan.
Applikasi disini termasuk didalamnya
adalah pemroses pesan seperti e-mail, pemproses file lokal seperti DBMS
untuk browsing dan penghitungan, atau sharing resource seperti sistem
image processing, sistem optical character, sistem advance grafic
processing, plotter warna, atau sebuah printer. Perangkat-perangkat ini
bisa saja berasal dari berbagai vendor yang ada.
Untuk memfasilitasi query pemprosesan dari client, sebagian besar sistem client server menggunkaan Structured Query Language (SQL) yang merupakan struktur bahasa tingkat tinggi. SQL dengan database relationalnya adalah standar de facto untuk hampir sebagian besar sistem client server. Salah satu komponen terpenting sistem client server adalah User Interface (UI), yang digunakan user untuk berkomunikasi. Bagi user yang seorang programmer, UI tidak mesti user friendly, tapi untuk end user yang bukan programmer sangat dibutuhkan UI yang user friendly. Dibutuhkan Graphical User Interface (GUI) untuk end user karena GUI menampilkan grafis untuk melakukan akses dengan icon-icon tanpa perlu memasukan perintah pemrograman. Kedepannya GUI tidak hanya digunakan untuk menggantikan akses perintah pemprograman tapi juga digunakan untuk grafik, voice, video, animasi, untuk selanjutnya menjadi sebuah teminal multimedia.
Servers
Konektivitas adalah hal yang
terpenting namun bukan satu-satunya faktor untuk mendapatkan efisiensi
dan efektivitas sharing resource yang dimiliki. Dibutuhkan sebuah
perangkat yang memiliki kemampuan mengontrol software, menjalankan
program applikasi, dan mengakses database dengan mudah dan cepat. Untuk
itulah diperlukan sebuah Server. Sebuah Server harus mendukung
spesifikasi yang mendukung resource sharing seperti Network Server
Operating System, Multiple User Interface, GUI ( Graphic User Interface
), dialog oriented cleint – server languange seperti SQL dan database
arsitektur. Saat ini resuorce bisa tersebar secara spasial tidak hanya
berada dalam batasan sebuah negara namun sudah antar negara yang
membutuhkan interkoneksi yang tinggi.
Beberapa software dapat diperoleh dari
vendor atau software house. Software tersebut bisa bersifat mainframe
centric (sentral) atau PC server centric. Namun selain semua hal yang
tersedia pada paket software tersebut tetap dibutuhkan in house sofware
development. Juga perlu untuk mengintegrasikan sistem client server
dengan sistem informasi yang telah ada dan menggunakan sistem tersebut
tidak hanya sebagai end user tapi juga bekerja diantara group end user.
Server melakukan pemprosesan mirip
dengan pemrosesan yang ada disisi client. Namun ada sedikit perbedaan,
biasanya sebuah server tidak mempunyai User Interface karena didesain
untuk networking, memproses database dan memproses applikasi. Pembeda
antara pemrosesan client dan server ada pada tanggungjawab dan fungsi
dari pemrosesan yang dilakukan. Sebagai contoh sebuah server dapat
bertindak sebagai repository dan penyimpanan informasi dalam kasus pada
file server. Tipe dari Server tergantung pada kebutuhan dan tujuan
sistem. Dalam beberapa kasus sebuah server harus mampu melakukan
multitaskting (membentuk multi fungsi secara simultan), menggunakan
multiple operating system, lebih portable, memiliki skalabilitas, dan
memiliki waktu respon yang cepat untuk melakukan teleprosesing . Dengan
kapabilitas seperti itu menjadikan server memiliki harga yang relatif
mahal. Penyebab mahalnya harga server adalah :
- Network Management
- Gateway function termasuk akses keluar dan e-mail publik
- Penyimpanan
- File Sharing
- Batch processing
- Bulletin Board access
- Facsimile transmission
Tidak ada komentar:
Posting Komentar